"Menuju Hidup Yang Baru"
Emfhys
“Menuju
Hidup yang baru”
Jalan
yang ku lalui,tak semudah seperti hari biasanya lebih terjal dari lembah ramma
aku
ingin terbang, dengan sayap tak kasat mata yang hadir dengan rasa percaya
aku
ingin terbang di awan menutup telinga dari gemuruh cacian saat berada di atas
bumi
Aku
tak ingin menua dan mati begitu saja
aku
tak ingin menyesal di kemudian hari
ada
begitu banyak kebahagiaan yang masih bisa kita nikmati
ada
begitu banyak tempat yang masih bisa kita singgahi
selalu
ada peluang untuk yang mau berjuang
selalu
ada jalan untuk yang mau bertahan
Terkadang
kita harus memberi pada hati yang tersakiti
semoga
dengan begitu dapat membuka ruang-runag harapan
yang
masih terbelenggu oleh keinginan yang tak sarat nilai
terkadang
semua yang tak sempat terjadi yang tak akan pernah kita miliki butuh penerimaan
semoga
dengan begitu hal-hal baik selalu di temui dari kesalahan yang telah lalu.
Beranjak dari masa lalu tanpa rasa ragu meski terbentur tetap tafakur meski bimbang teruslah
berjuang dan jangan lupa untuk bersyukur,kita masing-masing mempunyai luka dan kita masing-
masing mempunyai duka jangan mau larut dalam luka,jangan mau larut dengan duka berusaha
untuk tetap tegar meski hidup selalu terbentur
tetap jalani dan
yang
terpenting jangan pernah lari dari kenyataan.
“TETAP
JALANI HIDUP MESKI MENANG MU (DIA) ADALAH CARA MENIKMATI LUKA YANG PALING MANIS”
Makassar,5 Januari 2020
Tentang
Penulis
Moh.Fikri Hi.Yunus,anak ke-3 dari pasangan Moh.nasir & Suharmin,lahir di Bente,11 mei 2000.SD hingga SMA di bungku,Sulawesi Tengah.Menyelesaikan kuliah DIII Teknologi Elektromedis,ada pada fase belajar literasi serta ada pada fase menikmati masa pengangguran.
Yang di pentaskan; Puisi
Aamiin Paling Serius,Gonjang Ganjing 76 Tahun,Kaya Melarat.
Komentar
Posting Komentar