“berpijak di atas harapan”
Dari rumah harapan,di depan teras rindu pada lembar selanjutnya dari buku yang di tulis Penyair yang mampu membawa seseorang menyelam dalam tulisan nya.
Dari kata seorang pejalan untuk mencari jalan: “aku ingin mematahkan jarum jam,kan ku
tancapkan di langit, untuk mengganjal
rembulan, aku ingin menunggu ketepatan
Kedatangan mu”.
Iya kemudian berjalan dengan pijakan kaki yang masih teguh terhadap penantian,terus menjauh meninggalkan malam untuk bermesraan dengan mentari.
/BukanPenyair/
Komentar
Posting Komentar