“Dininabobokannya Keadilan”

----------
Dari ruang-ruang yang membelenggu pada suatu kesadaran baru akan penindasan dan ketidak adilan yang terjadi serta di gerakan oleh suatu harapan baru. Tentang tanggung jawab sebagai mana seorang pembawa perubahan.

Kemudian mempertanyakan pada Sukma terdalam :
“saya sekarang menyadari saya seorang manusia, seorang manusia terdidik.Kami tadinya buta,tapi sekarang mata kami telah terbuka, sekarang kami tak akan lagi menjadi benda mati dalam sistem dan kebijakan serta pembungkaman ruang ruang demokrasi atas hak-hak kami. Saya membayar, dari uang kami mereka bisa menghidupi keluarga nya,bisa naik di atas kendaraan mewahnya lantas mengapa kami terasingkan sebagai anak tiri di rumah sendiri. 

Ketika mereka yang selama ini tersingkir sama sekali itu berubah secara radikal dan tak mau hanya sekadar menjadi obyek yang melayani perubahan-perubahan yang terjadi.

Memilih bertindak sendiri dan mengusahakan perubahan yang selama ini menindas adalah fitrah seorang manusia secara ontologis.🌹
----------
 
/BukanPenyair/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“USAI”

"Menuju Hidup Yang Baru"

“Firasat Masih Didalam”