“Menjahit Lukanya Sendiri”

----------
Dengan terbenamnya,engkau muncul sebagai penerang yang beriringan dengan caha bulan
entah menjadi pertanda atau bukan bahwa
engkau telah berhasil keluar dari ruang ruang yang membelenggu hatimu.
Luka memang sulit di rasionalkan secara realitas, tetapi mampu melahirkan gejala dengan segala
keterpurukan,bahkan memungkinkan seseorang secara anarkis ketika jiwa di penuhi gejolak api membara,air matalah cara untuk memadamkan, mungkin hanya padam tapi tidak untuk menghilangkan bekasnya.

Jika engkau pernah merasakan jangan memberikan,jika engkau belum merasakan jangan menciptakan.

Engkau yang bertahan melihat kebahagiaan,akan berjumpa dengan kebahagiaan, semoga.
 ----------
/BukanPenyair/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“USAI”

"Menuju Hidup Yang Baru"

“Firasat Masih Didalam”